Adik adikkoe sekalian l saja mempoenjai tjeritera jang amat bagoes jang kamoe sekalian haroes dan maoe mengetahoei djoega. Maka dari itoe diamlah, dengarkanlah saja bertjeritera. Adapoen jang akan saja tjeriterakan itoe, riwajatnja perkoempoelan jang amat kita tjinta jalah Nasjiatoel ‘Aisjijah (N. A.).

Tahoekah adik-adikkoe sekalian bahwa N. A. itoe boekan nama jang asal dari perkoempoelan kita? ja barangkali adik-adikkoe banjak jang beloem tahoe. Ketahoeilah adik-adikkoe, bahwa perkoempoelan kita itoe dahoeloe bernama Siswa Praja Wanita (S.P.W.).

Ketika itoe S.P.W. beloem mendjadi oeroesannja ‘Aisjijah, sebab jang membangoenkan S. P. W. itoe hanja anak-anak di Kaoeman sadja. S.P.W. itoe di bangoenkan kira-kira pada tahoen 1919. Dipimpin oleh sdr. Sitti Wasilah Hadjid. Adapoen gerakannja hanja: berpidató, mengadji, berkoempoelan, berdjama’ah sembahjang soeboeh dan lain sebagainja.

Bersama dengan berdirinja perkoempoelan S.P.W., berdiri djoega perkoempoelannja anak-anak lelaki jg dinamakan Siswa Praja Prija (S.P.P.) Kerapkali bestuur SPW itoe mengadakan vergadering bersama – sama dengan bestuur S.P.P. oentoek memadjoekan gerakannja.

Kira-kira baroe lima boelan sdr. St. Wasilah itoe memimpin S.P.W., tiba-tiba ta’ dapat lagi meneroeskan pimpinannja sebab beliau laloe dikawinkan dengan R.H. Hadjid anggauta H.B. jang termasjhoer namanja itoe.

Pimpinan laloe dipegang oleh sdr. St. Oemnijah jang sekarang telah mendjadi voorzitster Madjlis Aisjijah daerah iboe tempat itoe. Pada waktoe itoe S.P.W. soedah madjoe dengan pesatnja. Sebab itoe, S.P.W. soedah dapat berdiri sendiri ta’ perloe minta pertolongannja bestuur S.P.P. lagi.

Didalam pimpinannja St. Oemnijah S.P.W. makin lama makin bertambah madjoe sehingga mempoenjai tambah gerakan jalah : Tholaboessaadah, Tadjmiloel Achlaaq dan Dirasatoel banaat. Kemoedian dapat mendirikan poela sekolahan Boestaanoel Athfaal. Jang mengadjar dalam semoea gerakan S.P.W. itoe bestuur-bestuur S. P. W. sendiri ketjoeali dalam Dirasah, dapat bantoean goeroe dari ‘Aisjijah (adzakirat).

Adik-adikkoe sekalian, tadi beloem saja tjeriterakan, di manakah tempat perkoempoelan S.P.W. itoe? Ketika masih dipegang sdr. St.Wasilah, S. P. W. itoe bertempat disoeatoe roemah jang sekarang telah diperbaiki mendjadi Moeshalla ‘Aisjijah itoe. Setelah S. P.W. dipimpin sdr. St. Oemmijah, maka perkoempoelan S.P.W. itoe dipindah dibelakang roemah St. Oemnijah. Tempat itoe masih boeroek, kalau hoedjan, airnja dapat masoek.

Meskipoen begitoe, tetap ledennja sama radjin-radjin dan setia – setia. Adapoen  sekolahan Boestaanoel Athfaal itoe moela-moela bertempat diroemah sdr. Oemnijah jang disebelah moeka kemoedian laloe dipindah dibelakang roemah sdr. St. Oemnijah bersama-sama 1. dengan tempat S.P.W. itoe Waktoenja sekolah Boestaanoel Athfaal itoe moela-moela pada tiap-tiap sore, kemoedian dipindah pagi.

Kira-kira pada tahoen 1929 sdr. Sitti Oemnijah mintak berhenti dari memimpin S. P.W., sebab soedah ada kawannja jang pantas mendjadi penggantinja, sedang St. Oemnijah soedah pantas memasoeki ‘Aisjijah, dan djoega kerna beliau soedah merasa repot sebab telah mempoenjai poetera doea orang anak.

Baca Juga: Soeara Aisjijah dengan Congres Moehammadijah Bahagian Aisjijah

Note:

Nama-nama gurunya : (yang terkenal dengan nama)

  1. Djalalah
  2. Ummiyah
  3. As’adah
  4. Zuchriyah 

P. W. laloe dipimpin sdr. Zoechrijah. Pada waktoe itoe S. P. W. telah di ambil mendjadi oeroesannja ‘Aisjijah. Dalam pimpinannja sdr. St. Zoechrijah S.P.W. makin bertambah sempoerna, Dirosatoel Bannaat soedah tidak mengambil bantoean goeroe dari adzakirat lagi, tetapi mengambil goeroe bantoean dari anak-anak Tholaboessaadah jang telah besar-besar.

Pembantoe-pembantoe itoe dinamakan: Tjalon goeroe. Ketjoeali membantoe Dirosah, anak-anak itoe djoega disoeroeh membantoe mengadjar. Tadjmiloel Achlaaq. Kebanjakan anak-anak jang mendjadi pembantoe diambil dari anak-anak jang nakal, agar berhenti dari nakalnja.

Dalam pimpinan sdr. Zoechrijah itoe djoega, S.P.W. tambah gerakan satoe lagi jalah: Tiap-tiap hari Achad pagi (kerna dahoeloe vrijnja sekolahan sekolahan M. D. djoega hari Achad) mengadakan openbaar vergadering boeat anak dari semoea gerakan S.P.W.

Sesoedahnja openbaar anak-anak disoeroeh meminta derma ke kampoeng – kampoeng jang dekat dengan Kaoeman jang pendapatannja akan boeat mendirikan moesolla. Sesoedah vrijnja sekolahan-sekolahan M. D. dipindah hari Djoem’ah maka openbaar itoepoen dipindah djoega tiap-tiap hari Djoem’ah waktoenja.

Pada ketika itoe S. P.W. telah tersiar ditjabang – tjabang dan groep-groep M.D., bahkan M. D. diloear tanah Djawapoen telah banjak jang mendirikan S. P. W. Soepaja nama perkoempoelan itoe moedah dioetjapkan oleh segala bangsa maka Congres M.D. telah memoetoeskan perkoempoelan S.P.W. jang terambil dari bahasa Djawa itoe, diganti dengan bahasa jang moedah dioetjapkan oleh segala bangsa orang Islam atau bahasa ‘Arab jalah Nasjiatoel ‘Aisjijah.

Pada th. 1932 St. Zoechrijah diambil oleh iboe ‘Aisjijah didjadikan bestuur M. P. A. Maka pimpinan Nasjiah laloe diserahkan kepada St. Zam’ah. Dalam pimpinan sdr. St. Zam’ah ada perobahan jalah Boestanoel Athfaal soedah ta’ mendjadi oeroesannja N.A. lagi, kerna menoeroet kepoetoesan ‘Aisjijah Boestaanoel Athfaal itoe haroes diserahkan kepada oeroesan madrasah.

Oentoek mendjadi gantinja itoe maka N.A. mengadakan gerakan Djammijatoel Atfhaal oentoek anak-anak jang beroemoer 7 th. sampai 10 th. choesoes boeat anak-anak isteri. Waktoenja jang moela-moela jalah tiap-tiap hari Djoem’ah sore, kemoedian di pindah pada tiap-tiap Achad sore, kemoedian dipindah lagi pada tiap-tiap hari Kemis sore.

Pada achir th.1932, N.A. mendirikan cooperatie dengan andeelnja leden N. A. Satoe andeel f 0,25. Akan tetapi cooperatie itoe makin lama makin moendoer, sehingga pada th. ’34 coopera-tie itoe diboebarkan. Koempoelan tiap-tiap Djoem’ah pagi djoega berhenti, di sebabkan telah banjak gerakannja N.A.F. Pada th. 1935 St. Zam’ah berhenti sebab beliau laloe hidjrah ke Karanganjar.

Pimpinan laloe diserahkan kepada St. Boechainah. Dalam pimpinan sdr. Boechainah ada tambah gerakan lagi jalah: 1. berdjama’ah solat Djoem’ah, 2. cursus ke ‘Aisjijahan, ke tablighan, organisatie dan administratie dan tjara berpropaganda M.D. Waktoenja saban malam Achad Choesoes boeat bestuur diadakan cursus handenarbeid dan memboeat boenga – boengaan, dalam seminggoe satoe kali. 

Pada boelan Februari th. 1939 St. Boechainah berhenti dari N. A. sebab pindah ke Toeban. Pimpinan laloe di serahkan kepada St. Wasilah Anies (adik toean Joenoes Anies).

Adik-adikkoe djangan salah terka. St. Wasilah itoe boekan St. Wasilah pemimpin S. P. W. jang moela-moela itoe, hanja kebetoelan sadja namanja sama. Dalam pimpinan sdr. St. Wasilah Anies, N. A. mempoenjai tambah gerakan jalah: cursus lagoe dalam seminggoe satoe kali, 2. cursus EHВО. 3. leeskring seminggoe 3 kali. 

Pada boelan Mei ’40 N. A. tambah gerakannja, jalah jang dinamakan P. G. N. (Persatoean anak-anak Ge-rakan Nasjiah). P.G.N. itoe diadakan tiap – tiap 35 hari satoe kali jaitoe tiap-tiap hari Djoem’ah kliwon. Jang memimpin P. G. N. itoe anak-anak leden N. A. jang telah besar dengan diamat-amati doea anak dari bestuur N. A. ketjoeali itoe ada tambahan lagi gerakan N. A. jang dinamakan P. P. T. N. (Persatoean Pembantoe Tenaga Nasjiah). Nah, adik-adikkoe sampai sekian habislah riwajat N. A. 

Tjoba, hitoenglah adik-adikkoe, berapa tahoenkah oemoer N. A. kita? Kalau ada kesalahan dan kechilafan saja, haraplah adik – adikkoe memaafkan. Sampai bertemoe lagi. Wassalam. (Tante Wee)

Tulisan disadur dari buku 15 Tahoen Soeara ‘Aisjijah hlm 5

Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.

Sumber asli: suara aisyiyahKunjungi Tautan Asli →

Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...