Monev dan Tabligh Akbar MTK PWA DIY ke Kampung Mualaf Gunung Kidul (Suara ‘Aisyiyah.id)
Gunung Kidul, Suara ‘Aisyiyah – Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar monitoring dan evaluasi (Monev) ke Kampung Mualaf Gunung Kidul pada Ahad, (13/9/2026).
Kampung Mualaf ini merupakan lokasi kedua pelaksanaan Monev, setelah sebelumnya MTK PWA DIY Monev di Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kulon Progo.
Masyarakat sekitar sering menyebut Kampung Mualaf ini sebagai Kampung Minoritas, mengingat mayoritas masyarakat di sana beragama Budha. Kampung Mualaf merupakan binaan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Candirejo, Cabang Semin, Gunungkidul.
Kegiatan Monev bertempat di Masjid Fathurrohman yang terletak di Dusun Ngentak. Masjid ini, pada awal berdirinya hanya berukuran 4×4 meter. Seiring bertambahnya jumlah jamaah pada tahun 2014, maka dilakukan perluasan menjadi 8×8 meter.
Ketua Komunitas Kampung Muallaf, Sujiyati mengatakan, bangunan masjid yang sekarang adalah hasil renovasi di tahun 2022. Ini bisa menampung lebih dari 200 jamaah.
Selain Monev, panitia juga menggelar Tabligh Akbar dan Pembinaan Umat. Hadir sebagai narasumber adalah Ketua MTK PWA DIY, Hasta Dewi.
Selain Ketua MTK PWA DIY, hadir juga PDA Gunungkidul, PCA dan PCM Semin, PRA dan PRM Candirejo, Kepala Dukuh Ketua RT/RW setempat. Tak lupa juga seluruh jamaah komunitas Kampung Muallaf Ngentak Tandansari Candirejo.
Ketua Takmir Menyambut Senang Monev dan Tabligh Akbar
Ketua Takmir Masjid Fathurrohman, Nur Adiman mengaku bersyukur dengan adanya Tabligh Akbar di Kampung Mualaf Ngentak Semin Gunungkidul ini.
“Bersama semua jamaah, kami semakin bertambah syukur karena mendapat kunjungan dari ‘Aisyiyah DIY. Insya Allah ini menambah semangat. Semakin mengokohkan iman dan kuat dalam persaudaraan,” ungkapnya.
Ketua MTK PDA Gunungkidul, Siti Suwaibah, menyampaikan rasa syukur dengan terselenggaranya Tabligh Akbar dan Monev dari PWA DIY di Komunitas Kampung Mualaf Ngentak.
“Meski kegiatan ini bersamaan agenda ‘Aisyiyah di Saptosari dan Tanjungsari, namun para pimpinan banyak yang hadir. Jamaah juga sangat melimpah,” ucapnya.
BACA JUGA
Dia mengajak seluruh kader ‘Aisyiyah untuk menggunakan waktu sebaik mungkin dalam rangka meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT.
“Mari tetap istikamah menjaga kebersamaan untuk mempererat ukhuwah di antara kita. Karena ini menjadi sangu (bekal) kita sowan kepada Allah SWT dalam meraih husnul khotimah,” pesannya.
Kuatkan Iman, Pererat Persaudaraan
Sementara itu, Hasta Dewi, Ketua MTK PWA DIY mengulas tema kajian “Kuatkan Iman dan Pererat Persaudaraan Menuju Ridho Ilahi”.
Hasta menyampaikan apresiasi atas terbentuknya komunitas Kampung Mualaf ini. Dia juga mengajak jemaah untuk selalu bersyukur, dengan cara melibatkan hati, ucapan, dan diwujudkan dengan amal saleh.
“Hari ini kita ngaji. Mengajak diri kita agar aji (bermakna) di mata Allah SWT dan juga manusia. Caranya dengan upaya menambah ilmu, iman, dan semangat meraih Ridho Allah,” katanya.
Hasta menambahkan, denga mengaji di ‘Aisyiyah, maka akan tambah ilmu dan tambah Bahagia. “Bukan sebaliknya; ngobrol sendiri, tidak jadi ngaji, tidak tambah aji,” ucapnya mengingatkan.
Selanjutnya, Hasta mengungkapkan arti pentingnya memahami landasan iman dengan Al-Qur’an dan hadits. Karena ini sebagai dasar hidup, menjadi pegangan agar kita tidak hanya ikut-ikutan tanpa dasar.
“Kalau dapat ilmu, selanjutnya harus ditularkan pada keluarga, tetangga, dan terus dipraktekkan. Kalau teman tidak bisa berangkat ngaji, maka nanti kalau ketemu bisa bercerita kepada teman tersebut. Kemudian di lain waktu bisa mengajak mereka ngaji. Agar iman semakin kuat, dan persaudaraan semakin erat,” tambahnya.
Selain memaparkan tentang makna iman dan elemen-elemennya, Hasta juga mengupas pentingnya persaudaran, unsur-unsur yang memperkuat persaudaraan, serta tantangan yang ada di zaman sekarang.
Sharing Bersama untuk Penguatan Program
Usai Tabligh Akbar, kegiatan berlanjut dengan sharing bersama antara MTK PWA DIY, PDA Gunungkidul, PCA Semin, PRA Candirejo, dan Pengurus Komunitas Kampung Mualaf. Hal ini untuk penguatan program kegiatan ke depan.
Harapannya, SDM pengurus semakin berkualitas dan jamaah juga semakin meningkat. Tidak hanya dari segi jumlah, tetapi juga kualitasnya. Karena dakwah harus mengusung spirit pencerahan, membebaskan, memberdayakan dan memajukan. Dan semua itu butuh dukungan dari semua level pimpinan.
Setelah dari Gunung Kidul, Monev Tabligh Komunitas MTK PWA DIY akan berlanjut ke Day Care Lansia ‘Aisyiyah (DCLA) PDA Bantul pada Sabtu, (19/9/2026). Kemudian pada Rabu, (30/9/2026) ke Komunitas Muallaf PCA Turi di PDA Sleman. Sementara jadwal yang terakhir adalah di Komunitas Mualaf PCA Tegalrejo PDA Kota Yogyakarta. (S. Intani)-Nely
Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.
Sumber asli: suara aisyiyah • Kunjungi Tautan Asli →
Komentar & Diskusi Pembaca