Kepala SMA Muhi Yogyakarta (kiri) bersama mitra pendidikan dari Australia saat acara Future Skills Schools Showcase (Suara ‘Aisyiyah.id)
Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – SMA Muhammadiyah 1 (SMA Muhi) Yogyakarta menggelar Future Skills Schools Showcase 2026 sebagai upaya memperkuat pendidikan internasional.
Kegiatan ini bertempat di Grha As Sakinah, SMA Muhi Yogyakarta pukul 09.00-15.00 WIB pada Kamis, (17/9/2026). Acara berlangsung sangat meriah, menarik, dan menyenangkan. Program ini mempertemukan ribuan murid dengan berbagai perguruan tinggi Australia serta lembaga pendidikan internasional.
Sekitar 5.000 orang turut hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan. Selain dari murid SMA Muhi, beberapa sekolah lain juga ikut menyemarakkan. Di antaranya; SMA Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School, SMA Islam Al Azhar 9, SMA Pradita Dirgantara, SMA Trensains Muhammadiyah, Sekolah Penggerak SMA Al Azhar 34, serta sekolah pengimbasan SMAN 1 Yogyakarta dan SMAN 1 Magelang.
Kepala SMA Muhi, Herynugroho, Coordinator of Garuda Scholarships Ministry of Higher Education, Science, and Technology Ratna Prabandari, serta Trade & Investment Commissioner Austrade, Sean Jenner membuka resmi acara ini.
Kehadiran ketiganya menjadi penanda penting bahwa Future Skills Schools Showcase bukan sekadar kegiatan pameran pendidikan. Ini adalah ruang pertemuan antara sekolah, pemerintah, perwakilan pendidikan Australia, perguruan tinggi, murid, orang tua, dan berbagai pemangku kepentingan pendidikan.
Suasana kegiatan terasa hidup karena murid tidak hanya memperoleh informasi melalui presentasi, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan perwakilan kampus. Mereka bertanya mengenai program studi, lingkungan akademik, peluang beasiswa, persiapan masuk perguruan tinggi, hingga pengalaman belajar di Australia.
Tujuh Kampus Australia Hadir di SMA Muhi
Salah satu daya tarik utama kegiatan adalah hadirnya stan berbagai perguruan tinggi ternama Australia. Ada The University of Sydney, The University of Melbourne, The University of Queensland, The University of New South Wales (UNSW), Monash University, The University of Wollongong, dan The University of Tasmania.
Selain perguruan tinggi, hadir pula IELTS/IDP Australia. Mereka memberikan informasi mengenai kemampuan bahasa Inggris sebagai salah satu bagian penting dalam persiapan studi internasional.
Murid dan para tamu terlihat antusias mengeksplorasi berbagai stan tersebut. Mereka dapat mengenal lebih dekat keunggulan masing-masing kampus, fasilitas, pilihan program akademik, budaya belajar, lingkungan kampus, serta peluang yang dapat dipersiapkan sejak jenjang SMA. Interaksi langsung tersebut membuat kegiatan terasa edukatif sekaligus menyenangkan.
Kepala SMA Muhi Yogyakarta, Herynugroho, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu jawaban terhadap tantangan global sekaligus bagian dari upaya internasionalisasi Muhammadiyah.
BACA JUGA
Menurutnya, perkembangan dunia pendidikan saat ini, menuntut sekolah tidak hanya mempersiapkan murid untuk melanjutkan pendidikan di dalam negeri. Tetapi juga memiliki wawasan, kompetensi, kemampuan bahasa, dan keberanian untuk menembus perguruan tinggi ternama di berbagai negara.
“Ini merupakan implementasi dari program Sekolah Unggul Garuda Transformasi Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi. Salah satunya adalah membekali murid agar siap menembus perguruan tinggi ternama di dunia,” ungkap Herynugroho.
Kesempatan menjadi tuan rumah kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi murid untuk melihat secara langsung bahwa pilihan pendidikan setelah SMA semakin luas dan terbuka hingga tingkat global.
Sekolah Unggul Garuda: Siapkan Peserta Didik Capai Cita-Cita
Sekolah Unggul Garuda Transformasi merupakan inisiatif pemerintah di bidang pendidikan tinggi dan pengembangan talenta. Program ini untuk memperkuat kesiapan sekolah dalam membina murid berpotensi. Harapannya, mereka mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi berkualitas, termasuk perguruan tinggi terkemuka di tingkat internasional.
Program ini menekankan penguatan kompetensi, wawasan global, kesiapan akademik, serta akses dan jejaring pendidikan. Hal itu dapat mendukung murid mencapai cita-cita pendidikan tinggi.
Dalam konteks SMA Muhi, keterlibatan dalam program tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas pengalaman internasional. Selain itu juga mempertemukan murid secara langsung dengan institusi pendidikan dunia.
Menariknya, dari sekolah Muhammadiyah di Indonesia, hanya dua SMA Muhammadiyah yang mendapatkan kesempatan dalam program tersebut. Sehingga penyelenggaraan Future Skills Schools Showcase di SMA Muhi menjadi momentum penting bagi penguatan jejaring pendidikan Muhammadiyah menuju tingkat internasional.
Kegiatan ditutup dengan semangat kuat untuk membawa SMA Muhi Yogyakarta semakin terbuka terhadap dunia. Kepala sekolah menegaskan, bahwa SMA Muhi siap go international dengan berbagai prestasi yang telah diraih. SMA Muhi juga terus memperluas kesempatan murid untuk memperoleh pengalaman dan jejaring global.
Future Skills Schools Showcase menjadi bukti bahwa internasionalisasi sekolah dapat diwujudkan melalui pengalaman nyata, interaksi langsung, dan pembukaan akses seluas-luasnya bagi murid terhadap perguruan tinggi dunia.
Antusiasme 5.000 peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini memiliki daya tarik besar. Selain itu memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan bermakna. (Yusron Ardi Darmawan)-Nely
Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.
Sumber asli: suara aisyiyah • Kunjungi Tautan Asli →
Komentar & Diskusi Pembaca