TASIKMALAYA, UMTAS – Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) terus memperluas jejaring akademik internasional melalui program Visiting Professor bersama University Malaysia Terengganu (UMT). Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan akademisi dari Faculty of Business, Economics & Social Development, tetapi juga melibatkan mahasiswa UMT dan mahasiswa UMTAS dalam rangkaian kegiatan akademik serta pertukaran budaya.
Program Visiting Professor tersebut menghadirkan dua akademisi dari University Malaysia Terengganu, yakni Assoc. Prof. Dr. Zikri Muhammad dan Assoc. Prof. Dr. Mohd Yusri Ibrahim. Selain para akademisi, sejumlah mahasiswa UMT turut hadir dalam kegiatan tersebut untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik, kehidupan sosial, serta keberagaman budaya Indonesia.
Salah satu hal menarik dalam kegiatan ini adalah keterlibatan mahasiswa UMTAS sebagai partner guide bagi mahasiswa University Malaysia Terengganu. Mahasiswa UMTAS berperan mendampingi mahasiswa UMT selama mengikuti rangkaian kegiatan, sekaligus menjadi teman bertukar pengalaman mengenai kehidupan kampus, budaya, kebiasaan, dan kehidupan sosial di Indonesia.
Interaksi antara mahasiswa kedua universitas tersebut menciptakan suasana pertukaran budaya yang lebih dekat dan interaktif. Mahasiswa UMT tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik melalui kegiatan Visiting Professor, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengenal budaya Indonesia secara langsung melalui komunikasi dan aktivitas bersama mahasiswa UMTAS.
Wakil Rektor I UMTAS, Lilis Lismayanti, M.Kep., menyampaikan bahwa kegiatan Visiting Professor merupakan salah satu langkah strategis UMTAS dalam memperkuat jejaring kerja sama internasional. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut memberikan nilai tambah karena kerja sama perguruan tinggi tidak hanya dibangun melalui hubungan antardosen, tetapi juga melalui interaksi antarmahasiswa.
BACA JUGA
Keterlibatan mahasiswa UMTAS sebagai partner guide dinilai menjadi pengalaman berharga bagi kedua pihak. Mahasiswa UMTAS dapat memperkenalkan budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia kepada mahasiswa UMT, sementara mahasiswa UMT memperoleh kesempatan untuk memahami Indonesia secara lebih dekat dari perspektif mahasiswa lokal.
Menurut Lilis, pengalaman interaksi lintas budaya seperti ini penting bagi mahasiswa untuk membangun wawasan global, kemampuan komunikasi, serta sikap terbuka terhadap perbedaan. Pertemuan antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia juga diharapkan dapat menumbuhkan persahabatan serta jejaring yang dapat terus berkembang setelah kegiatan berakhir.
Selain menjadi sarana pertukaran budaya, program ini juga menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman akademik antara sivitas akademika UMTAS dan University Malaysia Terengganu. Kehadiran para akademisi dan mahasiswa UMT diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kegiatan kemahasiswaan.
Melalui program Visiting Professor ini, UMTAS menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat jejaring Tridharma Perguruan Tinggi dan international exposure bagi sivitas akademika. Keterlibatan mahasiswa sebagai bagian dari kegiatan juga menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pengalaman internasional yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga memperkaya pemahaman budaya dan kehidupan sosial.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara UMTAS dan University Malaysia Terengganu sekaligus membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara kedua institusi
Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.
Sumber asli: UMTAS (Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya) • Kunjungi Tautan Asli →
Komentar & Diskusi Pembaca