Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menyelenggarakan Rapat Pimpinan (Rapim) Ke-46 yang dihadiri jajaran Badan Pembina Harian (BPH), Rektor dan Wakil Rektor, dekan, wakil dekan, ketua lembaga, kepala biro, ketua program studi, serta kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Rapat tersebut membahas perkembangan penerimaan mahasiswa baru, penyelenggaraan akademik Tahun Akademik 2026/2027, penguatan kinerja fakultas dan program studi, implementasi sistem pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE), hingga strategi pemeringkatan UNIMUS di tingkat internasional.

Rektor UNIMUS, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., menyampaikan bahwa hingga 17 September 2026, UNIMUS telah menerima 4.833 mahasiswa baru. Atas capaian tersebut, Rektor memberikan apresiasi kepada tim admisi dan seluruh sivitas akademika yang telah bekerja bersama dalam menyukseskan penerimaan mahasiswa baru.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Terima kasih kepada tim admisi dan seluruh sivitas akademika yang telah memberikan kontribusi terbaiknya bagi UNIMUS,” ujar Prof. Masrukhi.
Dengan jumlah tersebut, student body UNIMUS mencapai 18.883 mahasiswa, belum termasuk mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pada tahun akademik ini, PPG UNIMUS juga menerima sebanyak 282 mahasiswa baru.

Mahasiswa UNIMUS berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Karena itu, Rektor mengingatkan seluruh dosen dan tenaga kependidikan agar memberikan pelayanan pendidikan dengan penuh kasih sayang, perhatian, dan ketulusan.
“Layani dan didik mahasiswa dengan penuh kasih sayang. Niatkan sebagai ibadah kepada Allah Swt., jalankan dengan ikhlas, dan hadirkan suasana yang menggembirakan dalam setiap proses pendidikan,” pesannya.
Prof. Masrukhi juga menegaskan bahwa UNIMUS telah menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang diperhitungkan di Kota Semarang. Capaian tersebut harus terus diperkuat melalui peningkatan mutu akademik, pelayanan, tata kelola, reputasi, serta kontribusi nyata universitas kepada masyarakat.
Sekretaris BPH UNIMUS, Widadi, menekankan pentingnya membangun “zona hijau” di lingkungan kampus, yakni suasana pendidikan yang nyaman, sehat, membahagiakan, dan menggembirakan. Lingkungan yang positif diharapkan dapat mendukung pola pikir, sikap, serta produktivitas seluruh warga kampus.

Menurutnya, perjalanan UNIMUS menuju perguruan tinggi unggul dan bereputasi global harus dibangun berdasarkan kekuatan jamaah dan sistem kelembagaan yang kokoh. Gagasan K.H. Ahmad Dahlan menjadi dasar bahwa kepemimpinan tidak hanya bergantung pada karisma seseorang, tetapi juga harus diperkuat dengan sistem serta kemandirian organisasi.
Sementara itu, Wakil Rektor I UNIMUS menyampaikan bahwa perkuliahan semester gasal Tahun Akademik 2026/2027 telah dimulai pada 14 September 2026. Pelaksanaan perkuliahan berlangsung kondusif, termasuk kesiapan sarana dan prasarana serta ruang kelas.
BACA JUGA
Fakultas dan program studi juga diminta memahami dan melaksanakan Surat Keputusan Rektor mengenai kinerja fakultas dan dosen. Rapat di tingkat fakultas maupun program studi tidak boleh hanya membahas pembagian jadwal mengajar, tetapi juga harus memastikan pembagian tugas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi, dan program berdampak lainnya.
Komitmen tersebut perlu dituangkan dalam pakta integritas agar setiap program dapat dilaksanakan, dipantau, dan dievaluasi dengan baik.
Dalam mendukung implementasi OBE, UNIMUS telah mengembangkan sistem informasi dengan melibatkan tim programmer dari Program Studi Informatika. Seluruh program studi diharapkan segera masuk dan memanfaatkan sistem informasi OBE secara optimal.
Dari sisi publikasi, jumlah publikasi yang dipersyaratkan untuk mengikuti pemeringkatan telah terlampaui. Capaian ini merupakan bagian dari 14 program prioritas yang harus terus diperkuat oleh fakultas, program studi, dan seluruh unit kerja.
UNIMUS juga mempersiapkan diri mengikuti berbagai skema pemeringkatan internasional, antara lain Times Higher Education (THE), THE Impact Rankings, Asia University Rankings, pemeringkatan berdasarkan bidang keilmuan, QS Asia University Rankings, QS Sustainability Rankings, serta QS World University Rankings by Subject. Pada aspek dampak dan keberlanjutan, UNIMUS turut berpartisipasi dalam UI GreenMetric dan berbagai pemeringkatan pendidikan tinggi lainnya.
Setiap fakultas dan program studi didorong memiliki website yang aktif, informatif, dan terbarui. Website tersebut tidak hanya menjadi media informasi, tetapi juga harus menampilkan kegiatan riset, pengabdian, internasionalisasi, inovasi, serta kontribusi fakultas dan program studi terhadap sustainability dan Sustainable Development Goals (SDGs).
Prof. Edi Winarno selaku Koordinator Task Force QS dan THE memaparkan perkembangan partisipasi UNIMUS dalam pemeringkatan global. Menurutnya, akreditasi Unggul merupakan fondasi penting, tetapi UNIMUS perlu melanjutkannya dengan membangun reputasi internasional melalui penguatan pendidikan, penelitian, sitasi, kerja sama internasional, inovasi, employability, dan kontribusi terhadap SDGs.

Indikator pemeringkatan internasional selanjutnya akan diintegrasikan ke dalam sistem penjaminan mutu dan indikator kinerja setiap unit. Masing-masing indikator perlu memiliki target, pemilik data, penanggung jawab, serta bukti pendukung yang valid dan mudah diverifikasi.
UNIMUS menargetkan penguatan posisi global secara bertahap menuju tahun 2030, dimulai dari pembangunan fondasi, tahap masuk dalam pemeringkatan, konsolidasi, akselerasi, hingga mencapai global positioning.
Selain penguatan pemeringkatan, Rapim Ke-46 juga menjadi momentum persiapan penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2027/2028. Seluruh unit akan mulai bergerak melaksanakan promosi pada pertengahan Oktober 2026.
Melalui kerja bersama seluruh unsur pimpinan dan sivitas akademika, UNIMUS berkomitmen tidak hanya mempertahankan predikat Unggul di tingkat nasional, tetapi juga memperkuat reputasi dan kontribusinya sebagai perguruan tinggi yang berdaya saing global.
![]()
Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.
Sumber asli: UNIMUS • Kunjungi Tautan Asli →
Komentar & Diskusi Pembaca