Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU) bersama Persatuan Juru Falak Syarie (JUFAS) Malaysia menggelar International Islamic Astronomy Colloquium, Selasa, (8/9). Kegiatan yang dibuka langsung Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd., diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Assoc. Prof. Dr. Faisal, S.H., M.Hum, berlangsung di Aula Kampus Pascasarjana, Jalan Denai, Medan, Sumatera Utara.
Hadir Ketua Program Studi Ilmu Falak Fakultas Agama Islam UMSU Muhammad Hidayat, Ketua Delegasi JUFAS & Akademi Pengajian Islam, Universiti Malaya, Malaysia, Associate Prof. Dr. Mohd Saiful Anwar bin Mohd Nawawi, dan Kepala OIF UMSU Assoc. Prof. Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, M.A.
Acara dibuka langsung oleh Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd diwakili Wakil Rektor Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Faisal, M.Hum. Dia memberi apresiasi atas terselenggaranya seminar internasional astronomi yang digagas OIF UMSU dan Jufas Malaysia. Faisal berharap peran yang dilakukan OIF UMSU dan Prodi Ilmu Falak dapat menjadi gerbang bagi pengembangan Ilmu Falak di tanah air, khususnya di Sumatera Utara.
“UMSU memberi banyak fasilitas bagi program studi ini. Bagi yang berminat dengan ilmu astronomi, Fakultas Agama Islam masih membuka kesempatan untuk bergabung,” kata Dr. Faisal.
Kegiatan internasional ini menjadi forum akademik yang mempertemukan para ahli, akademisi, dan pegiat ilmu falak dari Indonesia dan Malaysia untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta perkembangan kajian dan riset di bidang astronomi Islam (ilmu falak).
Sementara itu Ketua JUFAS atau Persatuan Juru Falak Syarie Malaysia Dr. Mohd Saiful Anwar memberi apresiasi pada perkembangan OIF UMSU dalam pengembangan ilmu falak. Saiful mengatakan banyak hal yang bisa kami bawa ke Malaysia.
Hal yang sama disampaikan Ketua OIF UMSU Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-butar. Katanya, Negeri serumpun Melayu memiliki banyak kekayaan khazanah astronomi yang belum digali. Arwin berharap kerjasama pada pakar ilmu Falak Melayu selanjutnya adalah mengangkat khazanah itu dalam bentuk kajian, riset, seminar dan penerbitan.
BACA JUGA
Berbagai tema aktual dalam ilmu falak menjadi pembahasan dalam forum ini. Di antaranya pelaksanaan penentuan arah kiblat oleh JUFAS Pulau Pinang, perkongsian cerapan hilal rasmi di Baitul Hilal Negeri Perak, menyingkap fenomena gerhana Matahari 2026–2028, serta pemodelan integratif ilmu falak berbasis Rubu‘ al-Mujayyab.
Beragam topik tersebut menunjukkan luasnya ruang kajian ilmu falak, mulai dari persoalan arah kiblat, observasi hilal, fenomena astronomi, hingga pemanfaatan instrumen falak dalam perkembangan ilmu pengetahuan.
Pelaksanaan International Islamic Astronomy Colloquium juga menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan akademik dan profesional antara pegiat ilmu falak Malaysia dan Indonesia. Pertukaran pengalaman mengenai praktik observasi, penelitian, instrumen, serta pengembangan ilmu falak di masing-masing negara diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas pada masa mendatang.
Melalui forum ini, OIF UMSU dan Prodi Ilmu Falak FAI UMSU terus mendorong penguatan jejaring internasional dalam bidang astronomi Islam. Malaysia–Indonesia tidak hanya berbagi langit yang sama, tetapi juga memiliki ruang yang luas untuk bersama-sama mengembangkan ilmu falak.
International Islamic Astronomy Colloquium menjadi salah satu langkah untuk memperluas wawasan, mempertemukan gagasan, dan merajut kolaborasi dalam membaca tanda-tanda langit melalui ilmu pengetahuan.
Peserta seminar internasional astronomi kerjasama OIF UMSU – Jupas Malaysia ditandai dengan peninjauan fasilitas OIF UMSU di Lantai-7 gedung pascasarjana UMSU. Di Plalnetarium OIF UMSU itu, delegasi JUFAS Malaysia mendapatkan berbagai informasi terkait fasilitas yang dimiliki OIF UMSU.
Hadir sejumlah ahli ilmu falak dari Malaysia yang tergabung dalam Persatuan Jurufalak Syarie (JUFAS) Malaysia, di antaranya Muhammad Haniff bin Baderun, Ahli Jawatankuasa Eksekutif JUFAS Malaysia; Mohamad Faizal bin Jani, Pesuruhjaya JUFAS Negeri Perak yang merangkap Ahli Jawatankuasa Eksekutif JUFAS Malaysia; serta Awangku Bolkhizan bin Awang Ahmad Thani, Penolong Mufti, Bahagian Falak dan Sumber Maklumat, Jabatan Mufti Kerajaan Negeri Sembilan, Malaysia.
Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.
Sumber asli: UMSU • Kunjungi Tautan Asli →
Komentar & Diskusi Pembaca