Semarang | Pekan pertama sebagai mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) ditutup dengan malam penuh energi. Ribuan mahasiswa baru tumpah dalam Malam Inagurasi Masta UNIMUS 2026, yang semakin meriah dengan penampilan band kenamaan Indonesia, Nidji.

Begitu musik mulai dimainkan, suasana langsung berubah. Mahasiswa baru yang sejak awal memenuhi area acara tak lagi canggung. Mereka bernyanyi, berjingkrak, dan mengikuti lagu demi lagu yang dibawakan Nidji.
Sekitar 10 lagu dibawakan Nidji, mulai dari lagu-lagu yang sudah akrab di telinga hingga karya terbaru mereka, “Zayang-Zayang”. Lagu-lagu tersebut berhasil membuat ribuan mahasiswa baru larut dalam suasana konser.
Sorak-sorai dan nyanyian terdengar hampir sepanjang penampilan. Tidak sedikit mahasiswa yang mengangkat tangan, melompat mengikuti irama, hingga bernyanyi bersama personel Nidji.

Bagi mahasiswa baru, malam itu menjadi semacam pelepas penat setelah menjalani rangkaian Masta selama sepekan. Berbagai aktivitas, pengenalan lingkungan kampus, organisasi, hingga nilai-nilai kehidupan sebagai mahasiswa UNIMUS seolah ditutup dengan perayaan yang lebih santai dan penuh kegembiraan.
Namun, Nidji bukan satu-satunya penampil malam itu. Panggung Inagurasi Masta juga menjadi ruang bagi mahasiswa UNIMUS untuk menunjukkan kreativitasnya. Sejumlah penampilan kreasi mahasiswa dari berbagai UKM turut meramaikan acara, disusul penampilan band universitas yang semakin menghidupkan suasana.
Wakil Rektor III UNIMUS, Prof. Dr. Eny Winaryati, M.Pd., mengatakan malam inagurasi menjadi rangkaian penutup Masta 2026 sekaligus ruang bagi mahasiswa baru untuk menikmati kebersamaan setelah melewati rangkaian kegiatan pengenalan kampus.

BACA JUGA
Menurutnya, Masta bukan sekadar kegiatan seremonial untuk menyambut mahasiswa baru. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan kampus, membangun relasi, sekaligus mulai menemukan ruang untuk mengembangkan potensi diri.
“Inagurasi ini merupakan rangkaian terakhir Masta 2026. Ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkreasi dan menunjukkan bakat yang dimiliki,” ujarnya.

Prof. Eny juga mengingatkan mahasiswa baru agar semangat yang muncul selama Masta tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Ia mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Kreativitas, inovasi, kemampuan berkomunikasi, serta berbagai soft skill, menurutnya, akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menjalani perjalanan di perguruan tinggi.
“Terus tingkatkan kemampuan diri. Tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga nonakademik. Kembangkan kreativitas, inovasi, dan soft skill,” pesannya.

Malam Inagurasi Masta UNIMUS 2026 pun menjadi penutup yang penuh warna. Setelah sepekan berkenalan dengan kampus dan dunia baru sebagai mahasiswa, malam itu mereka menutup rangkaian Masta dengan satu suasana: bergembira bersama dan siap memulai perjalanan baru sebagai mahasiswa UNIMUS.
![]()
Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.
Sumber asli: UNIMUS • Kunjungi Tautan Asli →
Komentar & Diskusi Pembaca