TOBOALI – Menjaga daerah aliran sungai (DAS) bukan sekadar urusan air yang mengalir dari hulu ke hilir. Di baliknya, ada hutan yang harus dirawat, sumber air yang harus dijaga, hingga kehidupan masyarakat yang bergantung pada keberlanjutan ekosistem.

Pesan itu mengemuka dalam agenda FORDAS Goes to School bertema “Edukasi, Kolaborasi, dan Aksi untuk Pengelolaan DAS dan Lingkungan yang Berkelanjutan” di Toboali, Selasa (8/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi pelajar untuk memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kepedulian dan tindakan sederhana di sekitar mereka.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel) sekaligus Ketua Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (FKPDAS) Bangka Belitung, Dr. Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng., IPM. Kehadirannya tidak sekadar menyampaikan sambutan, tetapi membawa pesan bahwa edukasi lingkungan perlu dibangun melalui kolaborasi lintas pihak.

“Saya datang ke sini bukan sembarang datang. Kami datang untuk memberikan pencerahan,” ujar Fadillah.

Ia menyebut, kehadirannya bersama sejumlah pegiat dan pemerhati lingkungan menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi tentang pentingnya menjaga Daerah Aliran Sungai (DAS). Di antaranya, Dr. Ir. Roby Hambali, S.T., M.Eng., ahli hidrologi dari Universitas Bangka Belitung (UBB), Era selaku Sekretaris FORDAS Babel, serta M. Arinda Unigraha Utama atau Inong, pendiri komunitas lingkungan hidup, Becak Babel.

Bagi Fadillah, keberadaan FORDAS Babel yang telah berjalan selama sekitar 15 tahun menunjukkan bahwa persoalan DAS bukan isu sesaat. Justru, keberlanjutan DAS membutuhkan kepedulian yang terus dirawat dari generasi ke generasi.

“Kenapa DAS ini menjadi penting? Karena merawat DAS adalah merawat hutan, merawat hutan adalah merawat air, dan merawat air adalah merawat kehidupan,” tegasnya.

“Kalau kita cinta dan merawat DAS, berarti kita merawat kehidupan. Sebab, setiap kehidupan di dunia ini pasti membutuhkan DAS. Maka, jagalah dan rawatlah air,” pesannya.

Di sisi lain, Kepala SMA Negeri 1 Toboali, Yudi Sapriyanto, S.Pd., M.M.,menyambut positif kehadiran FORDAS Goes to School. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru sekaligus membuka ruang bagi siswa dan guru untuk semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan.

“Kepada anak-anak semuanya, hari ini kalian hadir dan belajar di tempat ini. Semoga hari ini kita semua mendapatkan pencerahan,” ujarnya.

“Kalian sebagai duta, sebagai perwakilan dari sekolah masing-masing, nantinya setelah kegiatan ini dapat menyampaikan kepada teman-teman di sekolahnya tentang merawat DAS. Mulai dari hal yang kecil, mulai hari ini,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Dr. H. Ervawi, S.Pd., M.Pd., M.M., sebagai perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bangka Selatan, dengan peserta dari siswa dan guru dari sejumlah SMA dan SMK.

Melalui FORDAS Goes to School, edukasi lingkungan tidak berhenti pada ruang pertemuan. Pesannya dibawa pulang oleh para siswa—untuk diteruskan, dipraktikkan, dan diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan. Sebab, merawat DAS pada akhirnya bukan hanya tentang menjaga aliran air, tetapi tentang menjaga keberlangsungan kehidupan. (MJ)

Ayo kuliah di UnMuh BaBel kampus yang Berkemajuan dan Mencerahkan”, Info lengkap hubungi WA Admin (0812 – 7493 – 1707) Website pmb : pmb.unmuhbabel.ac.id IG : https://instagram.com/unmuh_babel FB : https://www.facebook.com/unmuh.bangkabelitung Youtube : Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

The post “Merawat DAS adalah Merawat Kehidupan”, Pesan Rektor kepada Pelajar di Toboali first appeared on UNMUH BABEL.

Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.

Sumber asli: UNMUH BABEL (Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung)Kunjungi Tautan Asli →

Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...