UMGNews, Mojokerto — Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Kelompok 20 Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) di Desa Bangeran, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, resmi berakhir. Kegiatan penutupan menjadi momentum untuk mengakhiri rangkaian pengabdian mahasiswa sekaligus mempererat hubungan yang telah terjalin antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.
Penutupan KKN Kelompok 20 berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Kelompok 20 KKN UM Gresik, Susilo, yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian program selama berada di Desa Bangeran. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung mahasiswa selama menjalankan kegiatan pengabdian.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja yang telah dirancang, tetapi juga berupaya membangun komunikasi dan kebersamaan dengan masyarakat. Dukungan dari pemerintah desa, warga, serta berbagai unsur masyarakat menjadi bagian penting yang membantu mahasiswa menjalankan setiap kegiatan dengan baik.
Selanjutnya, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 20, Kholidia Ayunaning, S.T., M.T., turut menyampaikan sambutan sekaligus ucapan terima kasih kepada Pemerintah Desa Bangeran dan seluruh masyarakat. Ia mengapresiasi penerimaan dan dukungan warga yang telah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berkontribusi, serta berinteraksi secara langsung dengan kehidupan masyarakat selama pelaksanaan KKN.
“Terima kasih kepada seluruh warga Desa Bangeran yang telah menerima mahasiswa KKN Kelompok 20 dengan baik. Dukungan dan kebersamaan yang diberikan selama kegiatan menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa,” ujar Kholidia.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Karang Taruna Desa Bangeran, Syaiful Arif yang turut memberikan dukungan dan membantu mahasiswa dalam berbagai kegiatan selama pelaksanaan KKN. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan suasana pengabdian yang aktif, komunikatif, dan penuh kebersamaan.
Sementara itu, Kepala Desa Bangeran, Al Azim, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Kelompok 20 UM Gresik yang telah hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat. Ia berharap pengalaman selama berada di Desa Bangeran dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan, kepedulian sosial, serta semangat untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
BACA JUGA
Rangkaian penutupan kemudian ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas terselesaikannya seluruh rangkaian KKN Kelompok 20. Momen tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa di Desa Bangeran, meski hubungan baik yang telah terbangun diharapkan dapat terus terjaga.
Kehadiran mahasiswa KKN Kelompok 20 di Desa Bangeran diharapkan tidak hanya meninggalkan berbagai program kerja, tetapi juga pengalaman, kebersamaan, dan semangat kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Bagi mahasiswa, KKN menjadi ruang untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan sekaligus belajar memahami berbagai dinamika kehidupan masyarakat secara langsung.
Dengan berakhirnya KKN Kelompok 20, UM Gresik berharap semangat pengabdian dan kontribusi mahasiswa dapat terus tumbuh. Kebersamaan yang telah terjalin bersama Pemerintah Desa Bangeran, warga, dan Karang Taruna menjadi bagian berharga dari perjalanan pengabdian mahasiswa UM Gresik di tengah masyarakat.
📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK
Credit by Kelompok 20 KKN UM Gresik
Artikel KKN Kelompok 20 UM Gresik Resmi Berakhir, Desa Bangeran Jadi Ruang Belajar dan Pengabdian pertama kali tampil pada UM GRESIK.
Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.
Sumber asli: UMG (Universitas Muhammadiyah Gresik) • Kunjungi Tautan Asli →
Komentar & Diskusi Pembaca