Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara bersama Dinas Kesehatan Kota Medan gandeng Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan penguatan kolaborasi di bidang kesehatan masyarakat. Pertemuan dilaksanakan pada Rabu (9/9) di Ruang Rapat Kampus Utama, Jalan Muchtar Basri No.3 Medan.

Tim Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara bersama Dinas Kesehatan Kota Medan disambut langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiya Sumatera Utara diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pengabdian, dan Internasionalisasi (RIPI) UMSU, Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si.,

Pada sambutannya, Dr. Rudianto menyambut baik program yang ditawarkan Dinkes Provsu. Katanya, UMSU berkomitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ketiga tentang kesehatan dan kesejahteraan.

“UMSU sangat serius mendukung agenda SDGs, terutama di bidang kesehatan. Kami memiliki modal yang kuat di bidang ini karena konsentrasi kita adalah menyediakan layanan kesehatan yang baik serta berdampak langsung bagi masyarakat. Hal ini sangat relevan dengan apa yang kita diskusikan bersama Dinas Kesehatan hari ini, ” ujar Dr. Rudianto.

WR RIPI mengatakan siap memfasilitasi berbagai titik Cek Kesehatan Gratis (CGK) di antaranya di Kampus Utama dan Kampus Pascasarjana, maupun lokasi fakultas lainnya. Setelah seluruh mahasiswa aktif berkampus pada bulan Oktober mendatang, momentum pelaksanaan agar dapat diatur sedemikian rupa agar berjalan optimal.

Dr. Rudianto turut menawarkan pemanfaatan saluran media massa yang dimiliki UMSU kepada Dinas Kesehatan untuk keperluan edukasi publik dan sosialisasi program kerja pemerintah.

“UMSU memiliki jaringan radio penyiaran yang menjangkau audiens luas dan kerap dimanfaatkan oleh berbagai lembaga internasional. Kami tawarkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi maupun Kota Medan hingga Puskesmas untuk menggunakan platform radio, streaming, dan media sosial UMSU kapan saja sebagai sarana sosialisasi kesehatan masyarakat. Semua potensi media yang kami miliki siap didedikasikan untuk mendukung suksesnya program ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Provsu, Hery Valona Bonatua Ambarita, S.Kep., M.Pd., M.Kes., memaparkan bahwa CKG merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia. Dinkes Provsu mendorong percepatan deteksi dini kesehatan masyarakat, termasuk penanganan TB Paru, melalui kolaborasi lintas institusi pendidikan tinggi di Sumatera Utara.

“Kota Medan menjadi salah satu prioritas sasaran percepatan. Melalui kolaborasi dengan UMSU, kami menargetkan pemeriksaan kesehatan berkala yang mencakup skrining PTM hingga TB Paru bagi mahasiswa, dosen, dan staf pendukung,” ungkap Hery.

Sesi diskusi dilanjutkan dengan pemaparan teknis dari Dekan Fakultas Kedokteran, Ilmu Kesehatan, dan Ilmu Keperawatan (FKIK) UMSU, dr. Siti Masliana Siregar, Sp.THT-KL., Subsp.Rino(K), serta Ketua Tim Kerja Promkes dan Pemmas Dinkes Provsu, Murni Sari, SKM, M.K.M. Murni Sari menyampaikan peluang integrasi Klinik UMSU yang telah berjejaring dengan BPJS ke dalam sistem data SatuSehat Kemenkes agar pelaksanaan CKG dapat berjalan mandiri dan berkelanjutan, sekaligus menjadikan mahasiswa dan dosen UMSU sebagai agen perubahan (agent of change) literasi kesehatan.

Turut hadir dalam audiensi tersebut jajaran pejabat teknis Dinkes Provsu (Mega Karyati, SKM, M.Kes.; Lily Waty Pane, S.Sos.; Riswan Ependi, SE; Fatma Yanti, SKM; Nuriyanti Silalahi, S.Sos.), perwakilan Dinkes Kota Medan Masrita Lumbantobing, Kepala Puskesmas Glugur Darat dr. Sri Wirya Ningsih beserta staf, pimpinan program studi FKIK UMSU dan STIKes Indah Medan, serta para Kepala Biro di lingkungan UMSU.

Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.

Sumber asli: UMSUKunjungi Tautan Asli →

Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...