UMGNews, GRESIK – Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) terus memperkuat pemahaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di lingkungan sivitas akademika. Salah satunya melalui Baitul Arqam UM Gresik 2026 atau D1 Al-Islam dan Kemuhammadiyahan bagi dosen, yang menjadi ruang pembinaan sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan bagi para pendidik di lingkungan kampus.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 11 September 2026 bertepatan dengan 29 Rabiul Awal 1448 H ini diikuti oleh dosen di lingkungan UM Gresik. Rangkaian Baitul Arqam dirancang tidak hanya untuk menambah wawasan keagamaan, tetapi juga menguatkan pemahaman peserta terhadap identitas dan nilai perjuangan Muhammadiyah yang menjadi bagian penting dari kehidupan perguruan tinggi Muhammadiyah.

Kegiatan diawali dengan sambutan Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik, Prof. Dr. Khoirul Anwar, S.Pd., M.Pd. Dalam momentum tersebut, Baitul Arqam menjadi salah satu upaya strategis UM Gresik untuk membangun keselarasan antara peran dosen sebagai pendidik dengan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Rangkaian kegiatan kemudian diisi dengan berbagai materi yang saling berkaitan. Materi Manhaj Tarjih dan Ibadah disampaikan oleh Dr. Noor Amirudin, S.Pd.I., M.Pd.I. Pembahasan ini memberikan ruang bagi peserta untuk memahami manhaj tarjih Muhammadiyah serta bagaimana prinsip tersebut menjadi landasan dalam memahami dan menjalankan ibadah.

Penguatan wawasan dilanjutkan melalui materi Ideologi Muhammadiyah yang disampaikan oleh Dr. Mohammad Ahyan Yusuf Sya’bani, S.Pd.I., M.Pd.I. Materi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman peserta mengenai ideologi, prinsip, serta arah gerakan Muhammadiyah. Pemahaman tersebut diharapkan tidak berhenti pada aspek pengetahuan, tetapi dapat tercermin dalam sikap dan aktivitas sivitas akademika di lingkungan kampus.

Setelah rangkaian materi sebelumnya, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) yang disampaikan oleh H. Muhammad Thoha Mahsun, S.Ag., M.Pd.I., M.HES. Melalui materi ini, peserta diajak melihat bagaimana nilai-nilai Islam dapat menjadi pedoman dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam menjalankan peran profesional sebagai dosen.

Sementara itu, materi Faham Agama Muhammadiyah yang disampaikan oleh Dr. Hasan Basri, S.Ag., M.Pd.I. menjadi bagian akhir dari rangkaian pembekalan. Materi tersebut memperkuat pemahaman peserta mengenai corak pemikiran dan pemahaman keagamaan Muhammadiyah, sehingga para dosen memiliki landasan yang lebih kuat dalam menjalankan peran di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.

Baitul Arqam UM Gresik 2026 menjadi momentum penting untuk mempertemukan aspek keilmuan, keislaman, dan Kemuhammadiyahan dalam satu ruang pembinaan. Sebagai dosen, peserta tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memiliki peran dalam menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan akademik.

Penguatan AIK juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari karakter pendidikan di UM Gresik. Karena itu, kegiatan seperti Baitul Arqam diharapkan dapat membangun pemahaman yang lebih utuh bagi dosen tentang nilai-nilai yang menjadi identitas perguruan tinggi Muhammadiyah.

Lebih dari sekadar kegiatan pembekalan, Baitul Arqam menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan jati diri dosen agar mampu menjalankan tugas akademiknya dengan berlandaskan nilai keislaman dan semangat Kemuhammadiyahan.

Melalui kegiatan ini, UM Gresik terus mendorong lahirnya insan akademik yang tidak hanya kompeten di bidang keilmuan, tetapi juga memiliki karakter Islami, berintegritas, serta mampu membawa nilai-nilai Muhammadiyah dalam proses pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK

Credit by Humas UM Gresik







Artikel Bukan Sekadar Pembekalan, Baitul Arqam UM Gresik 2026 Perkuat Pemahaman AIK Dosen pertama kali tampil pada UM GRESIK.

Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.

Sumber asli: UMG (Universitas Muhammadiyah Gresik)Kunjungi Tautan Asli →

Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...