BAROCKS (Bangeran Rocket Stove)












UMGNews, Mojokerto – Tak hanya meninggalkan cerita, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 20 Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) juga meninggalkan sebuah inovasi yang diharapkan dapat terus dimanfaatkan masyarakat Desa Bangeran, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Inovasi tersebut diwujudkan melalui program kerja utama bertajuk BAROCKS (Bangeran Rocket Stove).

Program utama ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN Kelompok 20 selama menjalankan pengabdian di Desa Bangeran. Setelah melalui proses perancangan dan pengerjaan, BAROCKS akhirnya berhasil diselesaikan dan secara resmi diserahterimakan kepada masyarakat desa.

Peresmian dan serah terima BAROCKS dihadiri oleh perangkat Desa Bangeran, warga masyarakat, serta guru-guru SD Bangeran 1. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari momentum bersama untuk menyaksikan selesainya program utama yang dirancang mahasiswa KKN Kelompok 20.

BAROCKS hadir dalam bentuk tungku yang dibangun secara permanen dan menjadi representasi pemanfaatan teknologi tepat guna dalam program pengabdian mahasiswa. Melalui inovasi tersebut, mahasiswa berupaya menghadirkan sebuah fasilitas yang tidak hanya menjadi hasil dari kegiatan KKN, tetapi juga memiliki nilai manfaat yang dapat dirasakan masyarakat setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.

Bagi mahasiswa KKN Kelompok 20, penyelesaian BAROCKS menjadi capaian penting dalam rangkaian pengabdian di Desa Bangeran. Program ini lahir dari semangat untuk menghadirkan sesuatu yang dapat ditinggalkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat, sehingga keberadaan mahasiswa UM Gresik di tengah warga tidak berhenti sebatas kegiatan selama masa KKN.

Proses pengerjaan BAROCKS juga menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk menerapkan kreativitas dan pengetahuan dalam menghadirkan solusi berbasis kebutuhan masyarakat. Dari proses tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar menyusun dan menjalankan program kerja, tetapi juga memahami pentingnya kolaborasi, komunikasi, serta keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pengabdian.

Serah terima BAROCKS sekaligus menandai berakhirnya salah satu rangkaian utama program kerja KKN Kelompok 20 di Desa Bangeran. Dengan telah diserahterimakannya inovasi tersebut, mahasiswa berharap masyarakat dapat menjaga, merawat, dan memanfaatkan BAROCKS dengan sebaik-baiknya.

Lebih dari sekadar bangunan fisik, BAROCKS menjadi simbol bahwa kegiatan KKN dapat menghasilkan sesuatu yang dapat terus dikenang dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Kehadirannya di Desa Bangeran diharapkan menjadi bagian kecil dari kontribusi mahasiswa UM Gresik dalam mendukung kemajuan dan kemandirian masyarakat melalui inovasi sederhana yang berangkat dari semangat pengabdian.

Mahasiswa KKN Kelompok 20 pun berharap BAROCKS dapat membawa manfaat bagi warga Desa Bangeran, Mojokerto. Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi penanda selesainya pengabdian mahasiswa, tetapi juga menjadi warisan positif yang dapat terus digunakan dan dirawat oleh masyarakat desa.

Melalui KKN, UM Gresik terus mendorong mahasiswa untuk hadir membawa gagasan dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat. BAROCKS menjadi salah satu bukti bahwa sebuah program kerja dapat menjadi lebih berarti ketika dirancang bukan hanya untuk selesai, tetapi juga untuk dapat terus memberikan manfaat setelah mahasiswa kembali ke kampus.

📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK

Credit by Kelompok 20 KKN UM Gresik







Artikel BAROCKS Berdiri di Bangeran, Inovasi KKN Kelompok 20 UM Gresik yang Diharapkan Terus Bermanfaat untuk Warga pertama kali tampil pada UM GRESIK.

Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.

Sumber asli: UMG (Universitas Muhammadiyah Gresik)Kunjungi Tautan Asli →

Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...